KONSEP DAN SEJARAH KOPERASI   Leave a comment

konsep Koperasi Barat

Di sini dinyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Persamaan kepentingan tersebut bisa berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.

Konsep Koperasi Sosialis

Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.Sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh.

Konsep Koperasi Negara Berkembang

Walaupun masih mengacu kepada kedua konsep tersebut, namun dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Campur tangan ini memang dapat dimaklumi karena apabila masyarakat dengan kemampuan sumber daya manusia dan modalnya terbatas dibiarkan dengan inisiatif sendiri untuk membentuk koperasi, maka koperasi tidak akan pernah tumbuh dan berkembang. Sehingga, pengembangan koperasi di negara berkembang seperti di Indonesia dengan top down approach pada awal pembangunannya dapat diterima, sepanjang polanya selalu disesuaikan dengan perkembangan pembangunan di negara tersebut. Dengan kata lain, penerapan pola top down harus diubah secara bertahap menjadi bottom up approach. Hal ini dimaksudkan agar rasa memiliki (sense of belonging) terhadap koperasi oleh anggota semakin tumbuh, sehingga para anggotanya akan secara sukarela berpartisipasi aktif. Apabila hal seperti tersebut dapat dikembangkan, maka koperasi yang benar-benar mengakar dari bawah akan tercipta, tumbuh, dan berkembang.

Adanya campur tangan pemerintah Indonesia dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaannya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif, sedangkan koperasi di negara berkembang seperti Indonesia, tujuannya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

SEJARAH KOPERASI

Sejarah Koperasi

* Koperasi modern, di Rochdale Inggris thn 1844.

Di thn 1852 berkembang menjadi 100 unit

* 1818 – 1888, di German, dipelopori oleh

Ferdinand Lasalle, Fredrich W Raiffesen

* 1808 – 1883, di Denmark, oleh Herman Schulze

* 1896, di London, terbentuk ICA

(International Cooperative Alliance)

# Di Indonesia

* 1895, di Leuwiliang, Koperasi pertama di Indonesia

oleh Raden Ngabei Ariawiriaatmadja-Patih Purwokerto.

Berdiri sebagai lembaga simpan pinjam karena banyak

masyarakat yang terjerat rentenir.

* 1920, Cooperative Commissie, ketua: Dr JH Boeke untuk

mengevaluasi manfaat koperasi di Indonesia

# Di Indonesia

* 12 Juli 1947, kongres gerakan koperasi Jawa yang di Tasikmalaya

* 1961, Munas Koperasi I di Surabaya

* 1965, UU no. 14: Prinsip Nasakom (Nasionalis, Sosialis & Komunis)

# Di Indonesia

* 1967, UU no 12, Pokok-pokok perkoperasian

* 1992, UU no. 25, tentang Perkoperasian (penyempurnaan UU no. 12)

* 1995, PP no. 9, kegiatan usaha simpan pinjam dan koperasi

Posted November 1, 2010 by rosiaprillino in TUGAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: